2010/10/03

PASUKAN PERDAMAIAN TERBANYAK KETIGA DI LEBANON

Misi PBB di Lebanon, Indonesia Kirim 1.125 Personel PDF Cetak E-mail
Nazir Amin
Kamis, 19 November 2009 10:36

[Pasukan TNI dalam sebuah penugasan lapangan/Ilustrasi]

Pasukan TNI dalam sebuah penugasan lapangan/Ilustrasi

Jakarta, beritabaru.com - Indonesia, negara dengan pasukan terbanyak dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan 1.125 personel ke Lebanon. Mereka akan menggantikan Kontingen Garuda (Konga) sebelumnya yang telah bergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) dan telah bertugas selama satu tahun.

Ke-1.125 personel itu dilepas dalam sebuah upacara militer dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis.

Kontingen Garuda yang dikirim kali ini terdiri atas Satgas Yonif Mekanis (Konga XXIII D) 850 orang, Satgas FHQSU (Konga XXVI-B1) 50 orang, Satgas Force Protection Unit (Konga XXVI-B2) 150 orang, dan Satgas Polisi Militer (Konga XX-B) yang berjumlah 75 orang.

Panglima TNI mengatakan, berbagai penugasan dalam misi perdamaian PBB merupakan tradisi panjang pengabdian TNI dalam mewujudkan perdamaian dunia, menjunjung tinggi hak asasi manusia agar seluruh umat manusia dapat hidup merdeka, aman dan damai bebas dari rasa takut.

"Sepanjang penugasan dalam misi perdamaian PBB, Satgas TNI senantiasa menunjukkan prestasi gemilang dan dibanggakan oleh bangsa dan negara Indonesia. Bergabung dalam pasukan PBB merupakan kebanggaan dan kehormatan setiap prajurit TNI," katanya.

Namun, perlu diingat tugas bergabung dalam misi perdamaian PBB merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan pada diri sendiri, keluarga satuan, bangsa dan negara. Karena itu, tugas sebagai pasukan perdamaian PBB harus dilaksanakan dengan dedikasi, loyalitas dan profesionalitas tinggi.

"Bagaimana pun bergabungnya TNI dalam misi perdamaian PBB tidak sekadar bernuansa politik melainkan diplomasi untuk mempererat kerja sama militer antarbangsa," kata Djoko Santoso.

Indonesia, negara dengan jumlah pasukan terbanyak dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), setelah Perancis dan Italia. Selain pasukan darat, Indonesia juga mengirimkan Satgas Maritim UNIFIL yang bertugas mengamankan wilayah perairan Lebanon, bersama enam negara lainnya. (*).

Tidak ada komentar: